Thursday, December 25, 2008

MAKNA dan INTENSITAS FOTO

Merasakan kebahagian, kesedihan, ekspresi, kejadian, dan sesuatu hal yang mengingat masa lalu sangatlah lebih berharga apabila diapresiasikan dalam bentuk dokumentasi. Dengan demikian begitu mewahnya suatu dokumentasi bagi sebagian orang untuk coba sekedar mengenang masa lalu dimasa mendatang.

Sesuatu yang dapat divisualisasikan tersebut berbentuk dengan salah satunya dengan memanfaatkan seni fotografi. Istilah yang berasal dari bahas latin, yakni “ photos” yang artinya cahaya atau sinar dan “ graphos” yang artinya menulis atau melukis. Jadi, arti sebenarnya adri fotografi adalah proses dan seni pembutaan gambar pada sebuah film atay permukaan yang dipetakan. Gambar yang diharapkan sama persis dengan aslinya, hanya dalam ukuran yang jauh lebih kecil.

Dengan demikian kita akan mengenal yang namanya istilah fotogrfer yang secara macam dibedakan menjadi 2, yaitu fotografer amatir dan fotografer profesional. Fotografer amatir adalah orang yang melakukan pemotretan hanya untuk membuat foto semata – mata untuk kesenanagan pribadi, tidak ada kaitannya dengan perkerjaan atau digunakan untuk mencari nafkah (uang) dan dinikmati keindahannya. Oleh karena yaang dipentingkan adalah segi keindahan sehingga dapat dinikmati jangka panjang maka yang diperlukan adaalh rasa seni yang tinggi bagi para pemotretnya. Sedangkan fotografer profesional adalah orang yang melakukan pemotretan untuk tujuan komersil. Biasanya memiliki studio foto sendiri yang dilengkapi dengan berbagai peralatan atau perlengkapan studio yang canggih.

Dalam realitasnya, fotografer profesional dapat terlihat secara jelas dari keberadaan pewarta foto atau dengan istilah yang sudah cukup dikenal dengan kata wartawan foto. Dimana wartawan foto tersebut ditugasi untuk melakukan pemotretan pada kejadian – kejadian atau tempat – tempat penting. Berbeda dengan wartawan pada umumnya, wartawan foto menggunakan kamera sebagai alat utamanya, dan biasanya ia menyertai wartawan tulis yang sedang meliputi kegiatan tertentu.

Salah satu hasil foto yang cukup dapat menyita perhatian khalayak luas adalah foto potret. Dimana foto yang mampu menampilkan karakter atau ekspresi manusia dengan situasi lingkungannya. Dengan kata lain, keberadaan lingkungan juga berfungsi menonjolkan karakter manusia tersebut. Karakter tersebut bisa berasal dari manusianya sendiri atau juga manusia bersama lingkungannya dan peristiwa yang ada di sekitar.

Namun tidak kalah menariknya dengan foto lanskap atau bentang alam, yang di dalamnya terdapat unsur langit, daratan dan air. Semua itu menyatu sebagai subyek. Dalam bentangan yang lebar, foto lanskap murni tidak didominasi oleh flora atau fauna, apalagi manusia, melainkan oleh alam itu sendiri.

Sedang mengenai publikasi pemberitaannya ke khalayak umum lebih di kenal dengan istilah foto jurnalistik, yaitu foto yang lazim digunakan di kalangan pers. Foto seperti ini biasanya memberitakan suatu peristiwa yang sedang terjadi di masyarakat, misal foto bencana alam, kecelakaan, olahraga, termasuk banyak hal yang menyangkut pembangunan seni budaya, teknologi dan sebagainya. Foto jurnalistik juga dibuat dalam keadaan yang sebenarnya, bukan manipulasi atau setting.

Dalam keadaan berbeda maka akan menemukan suatu acara yang berformat pameran foto. Disini penekananya lebih kepada pada ajang memajangkan hasil karya yang telah berhasil dibuat oleh para fotografer. Beberapa foto yang sudah lulus kurasi akan terpampang yang kemudian berbagai macam foto – foto tersebut dipamerkan atau disuguhkan kepada para pengunjung.

Setelah melihat dari beberapa mekanisasi kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan foto serta dengan keberadaan foto tersebut bisa sampai di masyarakat umum, maka dengan demikian foto dapat dikatakan sebagai penghubung dunia satu dengan dunia yang lain karena dalam tujuannya secara tidak langsung penyampaiannya bersifat berinteraksi dengan orang lain. Karena interaksi yang sangat dijunjung tinggi dalam foto tersebut maka bisa dikatakan foto adalah salah satu yang bermedia visual yang dapat berkomunikasi dengan masyarakat luas. Dapat juga disebut sebagai media penerangan atau media informasi. Dimana tujuannya adalah memperkenalkan suatu hal, tempat atau daerah. Dan haruslah bersifat faktual, menyajikan data secara obyektif. Namun, pemilihan hal – hal yang di foto haruslah tetap subyektif.

Sampai sekarang, meskipun teknologi visual terus berkembang, fotografi masih menjadi kebutuhan banyak orang. Fotografi masih menjadi daya tarik sebagai media dokumentasi, selain alat informasi, pendidikan atau alat untuk mempengaruhi.

Daya tarik foto diperoleh dari gabungan antara teknologi peralatan fotografi, objek pemotretan, dan ketrampilan pemotret. Untuk itu, diperlukan pengetahuan tentang bagaimana menggunakan peralatan fotografi, melihat objek pemotretan dan memadupadankan keduanya dalam visi dan kreasi fotografi atau pemotret. Karena intensitas foto yang sangat bermanfaat maka ada baiknya mengenal dunia fotografi secara mendalam untuk mendapatkan pengalaman yang bermanfaat.


No comments:

Post a Comment