Mana kala waktu akan tertahan, mengingat semua hal yang tercapai tak kelak kembali seperti dahulu kala dimalam hari dimana waktu terkurung oleh kesunyian dan gelap pekatnya malam.
Siapa menyangka, renungan membawa kita menyiur bersama angin malam. Berdetar pula kupu malam akan kedatangan kita, sampai hal – hal kita inginkan tak pelak telah menghancurkan suatu dominasi akal dan distorsi pikiran akan hal yang di anggap dulu agung yang sesungguhnya tak pelak malah membawa kita ke jurang kehancuran.
Ditemani dengan cahaya redup bulan dan kemolekan bintang, membawa kita terus dan terus melayang terbuai dengan mimpi – mimpi kita yang menggenangi seluruh otak yang membuat kinerja otak menjadi hanyalah boneka kita untuk mencapai keinginan yang kita mau.
Dengan berlandaskan asas kepuasan alangkah ironis sekali bahwa bayang – bayang semu akan sebuah kemenangan tak pelak membuat tingkah laku kita seakan ego kita yang mengendalikan. Dimana nurani tidak bisa menahan kecewa akan kesemenang menangan yang dilakukan ego.
Dikala nurani bersedih, dari barikade ego munculah arogan dan amarah yang semakin membara yang semakin menyelimuti otak kita dengan cerita – cerita hayalan yang menambah kabut hitam dengan ketidak pastian. Manakala tirani dihancurkan begitu saja oleh semangat ego yang semakin membara......
Dimasa dimana otak telah tercemar racun ego dan berpudarnya nurani dalam hati, akn kah kita dapat bertahan unuk hidup Dan akan dibawa kemanakah tubuh kita ???
Semoga menjadi renungan sesaat untuk sepanjang jalan...

hahahahaha
ReplyDeletepngalaman ndk villa cakkk??
hehehehe